SIRAH: Kepentingan Memahami Sirah Rasulullah SAW
6:53 AM | Author: IsLaM uNiTe

Muqaddimah / Makna Sirah / Sumber-sumber Kajian Sirah Nabawiyah / Karakteristik Sirah Nabawiyah / Fungsi Sirah Nabawiyah / Penutup

I.Muqaddimah

• Tidak ada satu pun biografi kehidupan seseorang di dunia ini selengkap biografi Rasulullah SAW.
• Kita boleh menyemaknya mulai dari masa pernikahan Abdullah dan Aminah -ayah bunda beliau- sampai dengan wafatnya.
• Kita boleh mengenal jelas waktu kelahirannya, masa kecil dan masa mudanya. Apalagi setelah beliau diangkat sebagai Nabi dan Rasul, dengan terperinci.
• Biografi beliau merupakan sejarah lengkap kehidupan seorang manusia yang dimuliakan dengan risalah Allah, yang tidak terlepas dari sisi-sisi kemanusiaannya.
• Maka sangatlah relevan bila Allah SWT memerintahkan agar individu Muhammad SAW diteladani dan dijadikan rujukan hidup umat manusia.
• Firman Allah : "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al Ahzab : 21)
• Kehidupan beliau sangat kompleks, menyangkut segala aspek kehidupan, sehingga tidak ada satu sisi pun dari kehidupan manusia yang terlepas dari sisi kehidupan beliau.
• Beliau adalah seorang suami terbaik dari beberapa orang isteri, seorang ayah terbaik dari beberapa orang anak, seorang datuk terbaik dari beberapa orang cucu, seorang mertua terbaik dari beberapa orang menantu, seorang menantu terbaik dari beberapa orang mertua, seorang pemimpin yang adil, seorang panglima yang cerdas, seorang politikus yang ulung, seorang yang paling sukses dalam dakwahnya, dan kesemuanya itu dilandasi dengan keagungan akhlak beliau. Firman Allah : "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al Qalam : 4)
• Biografi beliau juga merupakan petunjuk praktis dan aplikatif bagi umat manusia dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah dan pelaksana hukum Allah (Al Qur'an) di muka bumi ini.
• Aisyah ra. menyimpulkan : "Akhlak Rasulullah adalah Al Qur'an"
• Al Imam Asy-Syafi'i mengatakan, "Apa yang beliau perbuat adalah apa yag beliau fahami dari al Qur'an."
• Oleh karena itu, memahami biografi beliau merupakan bahagian yang tidak terpisah dari memahami Islam itu sendiri, karena ia adalah saksi nyata, saksi hidup dari buah Iman dan keyakinan yang mantap terhadap Dienul Islam, yang terjelma pada sosok pemimpin teladan yang agung, juga tercermin dalam kehidupan generasi pertama yang tumbuh hidup ditangan didikan beliau sendiri.
• Biografi Rasulullah SAW ini kita kenal sekarang dengan istilah Sirah Nabawiyah.

II.Makna Sirah

• Ibnu Mandzur dalam ‘Lisanul Arab' mengatakan bahwa As Sirah menurut bahasa berarti kebiasaan, jalan / cara, tingkah laku.
• Sedangkan menurut istilah umum, berarti rincian hidup seseorang atau sejarah hidup seseorang.
• Namun sudah menjadi kesepakatan umat manakala menyebut as-Sirah, yang dimaksud adalah as-Sirah an-Nabawiyah artinya sejarah hidup Rasulullah SAW dan kini sudah menjadi satu nama / istilah dari disiplin ilmu tersendiri.
• Para ulama ahli sejarah dahulu memakai istilah ‘Ilmu peperangan dan Sejarah' .
• Pada dasarnya pembahasan Sirah Nabawiyah mencakup 3 bahasan pokok :
1. Sejarah kehidupan Rasulullah SAW sejak tanda-tanda kenabian (sejak lahir) sampai wafatnya.
2. Sejarah kehidupan para sahabat yang beriman dan berjihad bersama beliau.
3. Sejarah penyebaran Dienul Islam yang dimulai turunnya Al 'Alaq di gua Hira sampai berduyun-duyun umat manusia di jazirah Arab memasuki Islam.



III.Sumber-sumber Kajian Sirah Nabawiyah

1. Al Qur'an: Al Qur'an merupakan sumber pokok kajian Sirah nabawiyah, karena Al Qur'an merupakan data paling tepat untuk catatan semua peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi di alam ini.
• Yang menuturkannya adalah satu-satunya saksi sejarah yang masih hidup dan tidak akan pernah mati, bahkan Allah sendirilah pemprogram semua peristiwa sejarah itu.
• Tetapi Al Qur'an sendiri tidak secara rinci memuat peristiwa-peristiwa sejarah, hanya secara global saja.
• Oleh karena itu kita tidak hanya cukup bersandar pada Al Qu r'an saja dalam kajian Sirah Nabawiyah ini, tetapi perlu didukung oleh sumber-sumber lainnya.

2. As Sunnah An Nabawiyah Ash Shahihah: Yakni Sunnah yang telah dihimpun oleh para ulama hadits dengan cara periwayatan yang sangat cermat, seperti 6 kitab standard dalam ilmu hadits : Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan An-Nasa'i, Sunan Ibnu Majah, dan Sunan At-Tirmidzy. Juga Muwaththa' Imam Malik dan Musnad Imam Ahmad boleh dijadikan sumber kajian Sirah.

3. Kitab-kitab Sirah, Dalail dan Syama'il. Seperti Sirah Ibnu Hisyam karya Abu Muhammad Abdul Malik Ibn Ayyub Al Humairy (213 atau 218 H), Thabaqat Al Kubra (Thabaqat Ibnu Sa'ad) karya Muhammad Ibnu Sa'ad Ibnu Munei' Az-Zuhry (168 - 230H), Tarikh Ath-Thabary karya Abu Ja'far Muhammad Ibnu Jarir Ath-Thabary (223 - 310 H), Dala'ilunnubuwwah karya Al Imam Al Baihaqy, Asy-Syamail karya Al Imam At-Turmudzy, Al-Khashaish Al Kubra karya Imam As-Suyuthy, dll.



IV.Ciri-ciri Sirah Nabawiyah
• Ciri-ciri Sirah Nabawiyah sangat terkait dengan karakteristik Al Qur'an dan As-Sunnah, karena ketiganya merupakan mata rantai yang tidak terpisahkan.
• Namun di sisi lain ada perbezaan-perbezaan yang disebabkan karena unsur kemanusiaan peribadi Rasulullah SAW. Asy-Syumul (Universal), yakni mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Karena beliau diutus untuk dicontoh dan dijadikan tauladan oleh umat manusia.
• Al-Mahfudh (Terpelihara), yakni Allah SWT memelihara Sirah Nabawiyah seperti Sunnah Nabawiyyah, karena pemeliharaan keduanya merupakan indikasi pemeliharaan terhadap Al Qur'an sendiri. Al-'Amaliyyah (Aplikatif), yakni Sirah Nabawiyah sangat mungkin untuk diaplikasikan dalam setiap masa, setiap tempat dan keadaan serta setiap permasalahan.
V.Fungsi Sirah Nabawiyah Mengkaji Sirah Nabawiyah
• Fungsi Sirah Nabawiyah Mengkaji Sirah Nabawiyah dan memahaminya bukanlah seperti merenungkan peristiwa-peristiwa sejarah, bukan pula menguraikan keindahan tutur kata dari pencatatan suatu peristiwa, sebagaimana pencatatan sejarah hidup seorang raja atau pemimpin biasa.
• Akan tetapi bertujuan supaya seorang muslim mempunyai gambaran nyata tentang hakikat Islam yang sebenarnya, yang tercermin dalam sosok kehidupan Rasulullah SAW.
• Jadi tiada lain kecuali suatu usaha aplikatif untuk merealisasikan hakikat Islam yang sempurna.
|
This entry was posted on 6:53 AM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

TaZkIrAH :

Allah Ta'ala berfirman:

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, supaya hati mereka itu khusyu' untuk mengingat-ingat kepada Allah dan kebenaran yang turun kepada mereka itu - yakni al-Quran. Janganlah mereka itu berkeadaan yang serupa dengan orang-orang yang telah diberi kitab-kitab pada masa dahulu - sebelum mereka, tetapi mereka telah melalui masa yang panjang, kemudian menjadi keraslah hati mereka tersebut - yakni enggan menerima kebenaran." (al-Hadid: 16)